homePROFILETAGBOARD@GebrinaRahmahfollow
Besarnya Kasih Sayang Ibu
Cerita ini pernah aku publikasikan di majalah cakrawala siswa 1bulan yang lalu, dan alhamdulillah diterbitkan bagi yang belum baca bisa baca sekarang;;) Semoga setelah kalian baca, kalian bisa lebih menghormati dan menyayangi kedua orang tua, terutama IBU

Karya:Gebrina Rahmah
Intro..


Malam telah hilang pagi pun tiba. Di sebuah desa hidup seorang ibu bernama Isna yang usianya kira-kira sudah setengah abad dengan ketiga anak yang harus ia besarkan tanpa seorang suami yang tidak hidup bersama mereka lagi, karena keadaan mengharuskan mereka harus berpisah. Sehari-hari ia membesarkan ketiga anaknya dengan penuh kesabaran, dimana ketiga anak tersebut memiliki watak yang berbeda-beda. Pekerjaan ibu Isna tidak tetap, kadang ia bekerja sebagai tukang cuci keliling, melakukan apa saja yang disuruh orang, bahkan ia rela bekerja sebagai pengangkat pasir dan batu di sungai, pekerjaan yang harusnya dilakukan oleh laki-laki rela ia lakukan demi sesuap nasi dan demi kebahagiaan ketiga anaknya.

Pada suatu ketika, ibu Isna ingin pergi ke sungai untuk mencuci setumpuk ambal yang diberikan salah seorang warga kampung. Ia harus membawa tumpukan ambal itu dengan gerobak dorong karena banyak, waktu yang ia butuhkan untuk menuju sungai kurang lebih 10 menit,yang sangat menyedihkan, dan tentunya yang sanagat buk Isna kecewakan, saat ia harus menyadari bahwa tiada satu dari tiga orang anaknya yang membantu pekerjaannya. Mereka malah tidur dengan pulas tanpa ada rasa iba melihat ibunya sendiri melakukan pekerjaan yang amat melelahkan itu.

Malam tiba, waktu dimana ibu Isna bisa merebahkan tubuhnya sejenak,perlahan-lahan ia memijat-mijat kaki dan tangannya untuk mengurangi beban yang ia pikul. Hampir saja ia memejamkan mata, tiba-tiba anak perempuannya datang dan berteriak,
"Ibu....Ibuuu, bangun aku mau pergi, mana duitnyaa?"(dengan nada kasar)
Bu Isna pun membalas panggilan sang anak.
"Ibu tidak punya uang nak, hari ini ibu hanya mencuci ambal dan belum lagi di antar kerumah yang punya, jadi upahnya belum diberikan"(dengan wajah yang lelah)
Mendengar jawaban ibunya, anak itu pun langsung marah dan membanting pintu, lalu beranjak pergi ntah kemana.

Keesokan harinya, ada salah satu warga yang meminta ibu Isna untuk menci pakaiannya, yang terbilang cukup banyak,tanpa memikir panjang bu Isna pun langsung menerima pekerjaan itu walaupun upahnya tak seberapa, tetapi bu Isna tetap mensyukuri rezeki yang di berika Allah SWT. Seperti biasanya, bu Isna mengangkut baju itu dengan gerobaknya lalu mendorongnya sedikit demi sedikit. Setelah sampai kesungai bu Isna langsung mencuci pakaian-pakaian itu, dengan tangan yang terlihat sangat lelah dan terasa sangat pegal. Disaat sedang menyuci, bu Isna menemukan amplop coklat yang berisi uang yang jumlahnya terbilang banyak, melihat amplop itu bu Isna langsung menyimpannya dengan niat akan mengembalikannya setelah selesai mencuci semua cucian itu.

Setelah selesai bu Isna langsung pulang dan menjemur pakaian tersebut, anak kedua bu Isna datang menghampirinya, tak lain tujuannya hanya untuk meminta uang, belum lagi bertatapan muka dengan bu Isna, ternyata sang anak tak sengaja menoleh ke arah gerobak, ternyata bu Isna lupa memindahkan amplop itu ke tempat yang aman. Langsung dengan sigap dan cepat anaknya mengambil amplop yang berisi uang itu. Setelah mengambil anak itu langsung pergi meninggalkan ibunya yang tadi ingin ia mintakan uang. Setelah selesai menjemur semua kain, bu Isna langsung menuju gerobaknya dan melihat amplop itu telah hilang, ketakutan muncul didalam hati bu Isna, dengan pasrah bu Isna langsung menuju rumah pemilik pakaian itu dan menceritakan apa yang telah terjadi.

Bu Isna terbatah-batah ketakutan disaat tengah menceritakan, setelah selesai menceritakan semuanya ternyata pemilik amplop itu marah dan meminta bu Isna untuk menggantikan uangnya, lalu Bu Isna berkata
"maaf Bu, bagaimana bisa saya mengantikan uang itu, seperti yang ibu tau untuk mencari sesuap nasi saja saja harus bekerja keras"(dengan air mata yang menetes)
"Saya tidak perduli dan saya tidak mau tau, jika kamu tidak bisa menggantikan uang itu, kamu akna saya laporkan ke polisi"(Saut ibu itu dengan nada kasar)
Air mata Bu Isna pun tak tertahan, iya menangis. Tetapi ibu pemilik amplop tidak menghiraukan., dan dengan tidak ada rasa iba bu Isna langsusng ditarik dan dibawa ke kantor polisi. Setelah sampai ibu itu langsung menceritakan apa yang terjadi kepada polisi, dan menuduh bu Isna telah mencuri amplop miliknya.

Dengan tidak sengaja bu Isna menceritkan apa yang dikatakan oleh hatinya, dan ia berkata
"Maafkan saya pak, saya kurang biosa mendidik dan memberikan apa yang anak-anak saya butuhkan, sampai akhirnya saat melihat amplop itu, anak saya harus mengambilnya"(tetap menangis)
"Jadi yang mengambil uang itu adalah anak ibu?" tanya polisi " Dimana anak ibu sekarang kami harus menangkapnya karena dia terbukti telah mencuri uang itu" lanju polisi itu

"Jangan pak jangan.. jangan anak saya, biar saya saja yang menganggung semuanya, jangan anak saya pak"(bu Isna bersujud dihadapan polisi itu)

Pihak polisi pun mengabulkan permintaan Bu Isna, langsung hari itu juga Bu Isna dimasukkan sel dengan hukuman 3tahun penjara.

Sedangkan situasi rumah Bu Isna, penuh dengan remaja-remaja yang tampak sedang senang-senang, dengan duit yang baru ia curi. Setelah pesta itu selesai, anak Bu Isna kebingungan kenapa ibunya sampai sekarang belum poulang juga, padahal sudah tengah malam. Salah satu warga tiba-tiba datang kerumah bu Isna
tok ..tok "Assalamualaikum" 
Mendengar suara itu salah satu anak Bu Isna langsung menuju pintu dan membukanya
"Ada apa? Gak ada kerjaan banget gedor pintu rumah orang tengah malam gini"(dengan suara lantang)
Tidak menghiraukan perkataan anak itu, salah satu warga itupun menceritakan kejadian yang telah menimpa Bu Isna, ibu mereka.
 Setelah mengetahui semuanya, mereka menangis dan menyesal telah memperlakukan ibunya layak seekor binatang, yang hanya mereka butuhkan saat ingin meminta uang, Tidak bisa berbuat apa-apa mereka hanya dudk termenung menanti kapan ibu mereka pulai.

Selesai^_^

#jadi buat temen2, sayangilah ibu kalian, jangan sampai memperlakukan beliau dengan seenaknya. karena harus kita tau, tanpa ibu kita bukan siapa2 di dunia ini, dan tanpa doa beliau sampai kapan pun hidup kita tidak akan bahagia, sadar dan minta maaflah atas apa yang selama ini telah kita buat



POSTED BY Unknown ON Jumat, 07 November 2014 @ 04.57
back | all rights reserved desiree 2012 | forth